Download Film Rabiah Al Adawiyah Subtitle Indonesia __hot__ May 2026

Film Rabiah Al-Adawiyah (1971) adalah film sejarah religi yang sangat populer di Indonesia, mengisahkan perjalanan hidup sufi wanita pertama dalam Islam yang mempelopori ajaran Mahabbah (Cinta Ilahi).

Jika Anda mencari akses untuk mengunduh atau menonton film ini dengan subtitle Indonesia, berikut adalah panduan informasinya: Cara Menonton & Mengunduh

Film klasik ini biasanya tersedia di platform berbagi video karena nilai sejarah dan edukasi religinya yang tinggi:

YouTube: Merupakan platform paling umum untuk menemukan film ini secara gratis. Anda dapat mencari dengan kata kunci "Rabiah Al Adawiyah Sub Indo" atau "Rabiah Al Adawiyah Full Movie". Banyak kanal komunitas Islam yang mengunggah versi restorasi atau rekaman lama dengan subtitle yang sudah tertanam.

Situs Streaming Alternatif: Beberapa situs lokal Indonesia sering menyiarkan film religi klasik, namun ketersediaannya tidak selalu stabil.

Media Fisik & Digital: Koleksi film lama kadang bisa ditemukan di platform seperti Vimeo atau melalui arsip film sejarah jika Anda memiliki akses akademis. Mengenal Rabiah Al-Adawiyah

Sebelum menonton, pahami poin-poin utama dari kisah hidupnya yang sering diangkat dalam film:

Pelopor Tasawuf Mahabbah: Ia dikenal karena mencintai Allah tanpa rasa takut akan neraka atau harapan akan surga, melainkan murni karena kecintaan kepada Sang Pencipta.

Latar Belakang Nama: Namanya diambil karena ia merupakan putri keempat dari empat bersaudara (Rabi'ah berarti keempat).

Status sebagai Waliyullah: Film ini biasanya menyoroti kesabaran dan ketaatannya yang luar biasa, menjadikannya salah satu tokoh sufi paling dihormati hingga saat ini. Detail Produksi Film (1971)

Film ini aslinya diproduksi di Mesir dengan judul Rabea El Adawiya. Versi yang beredar di Indonesia biasanya telah melalui proses dubbing atau penambahan teks bahasa Indonesia untuk memudahkan pemirsa memahami syair-syair sufi yang mendalam.

Apakah Anda ingin mencari video kajian spesifik yang membedah filsafat cinta Rabiah Al-Adawiyah sebagai pelengkap filmnya? Ngaji Filsafat 143 : Filsafat Cinta - Rabi'ah Al Adawiyah Ngaji Filsafat 143 : Filsafat Cinta - Rabi'ah Al Adawiyah YouTube·MJS Channel

Akhlak-Tasawuf Sufi Wanita: Belajar dari Rabi'ah Al-Adawiyah

The film most commonly sought under this title is the 1963 Egyptian classic " Rabea El Adawaya

", starring Nabila Ebeid. While dedicated "download" sites are often unreliable or legally questionable, you can find the film and its Indonesian translations through established media platforms. 1. Where to Watch and Download

YouTube: This is the most reliable source for this specific classic. Several Islamic history channels have uploaded the full movie.

Search Tip: Use terms like "Film Rabiah Al Adawiyah Sub Indo" or "Rabiah Al Adawiyah Full Movie Indonesian Sub" on YouTube.

How to Download: You can use the YouTube mobile app's built-in "Download" feature for offline viewing if you have a Premium subscription, or view it on channels like Ghaisan TV or other archival accounts.

Internet Archive: As a historical piece, the film is sometimes hosted on Archive.org. You can search for "Rabia Al-Adawiyya 1963" to find high-quality archival copies that often include multiple subtitle files. 2. Film Details (1963 Version)

Knowing the specific details can help you ensure you are downloading the correct version: Title: Rabea el Adawaya (also spelled Rabia Al-Adawiyya Director: Niazi Mostafa Cast: Nabila Ebeid, Farid Shawqi

Plot: The film follows the life of Rabia Al-Adawiyya, a 10th-century Sufi saint who famously introduced the concept of Mahabbah (divine love) into Islamic mysticism—the idea of loving God not out of fear of hell or hope for heaven, but for His own sake. 3. Alternative Version There is also a 1973 Turkish film titled "

" (starring Hülya Koçyiğit) that covers the same history. If you cannot find the Egyptian version with subtitles, search for the Turkish version as it was widely distributed in Indonesia during the 1980s and 90s on VCD and has many digital fansubs available. Technical Advice for Subtitles download film rabiah al adawiyah subtitle indonesia

If you find a high-quality video file without subtitles, you can search for a separate .SRT file on sites like Subscene or OpenSubtitles using the movie's IMDB ID: tt0371112. Rabea el adawaya (1963) - IMDb

Rabea el adawaya * Niazi Mostafa. * Writers. Abdel Fattah Mostafa. Saneya Qoraa. * Nabila Ebeid. Farid Shawqi. Salwa Mohamed Ali. MAHABBAH DALAM TASAWUF RABI'AH AL-ADAWIAH Wasalmi

Finding a direct download link for a film about Rabia al-Adawiyya (often referred to as Rabiah Al-Adawiyah Rabiatul Adawiyah

) with Indonesian subtitles can be difficult because most available versions are older Egyptian biographical dramas or modern short documentaries. Recommended Films & Versions

The most famous adaptation is the 1963 Egyptian film starring Nabila Ebeid

. While official digital stores often lack this specific title with Indonesian subtitles, you can find it through the following channels: Rabea el Adawaya (1963) : This is the primary biographical drama directed by Niazi Mostafa Where to Watch : You can often find full-length versions of this film on Archive.org by searching for " Rabea El Adawiya 1963

: Official Indonesian subtitles are rare for this vintage film. Users often use YouTube's Auto-Translate

feature (Settings > Subtitles/CC > Auto-translate > Indonesian) if an Indonesian track isn't already uploaded. Ummi Rabiatul Adawiyah (Viu Malaysia) : A more recent production or series available on Viu Malaysia that focuses on her life. Documentary & Educational Videos

: Many high-quality animated or narrated stories of her life are available directly on YouTube in Indonesian, such as The Story of Rabiah Al-Adawiyah How to Find Indonesian Subtitles

If you have a video file but need the subtitles (SRT file) separately: Search subtitle repositories like OpenSubtitles for "Rabia al-Adawiyya" or " Rabea El Adawiya Look for versions labeled "Sub Indo" or "Indonesian". Legal & Safety Note

Be cautious of third-party "report" or "download" sites that require you to click through multiple suspicious links, as these often contain malware. Stick to established platforms like , or educational sites like for verified biographical content. specific platform where this movie is currently streaming in your region? Rabia Al Adawiyya : Free Download, Borrow, and Streaming

Mencari film Rabiah al-Adawiyah dengan subtitle Indonesia biasanya merujuk pada film klasik produksi Mesir tahun 1963 yang sangat populer di kalangan komunitas Muslim di Indonesia. Film ini mengisahkan perjalanan spiritual tokoh sufi wanita pertama, Rabiah al-Adawiyah, dari kehidupan duniawi hingga menjadi kekasih Allah. Informasi Film & Versi Populer

Terdapat beberapa versi film tentang tokoh ini, namun dua yang paling sering dicari di Indonesia adalah: Rabea el Adawaya

(Mesir, 1963): Disutradarai oleh Niazi Mostafa dan dibintangi oleh aktris ternama Nabila Ebeid. Film ini menampilkan suara emas Ummu Kultsum untuk lagu-lagu pujian spiritualnya. Ini adalah versi yang paling banyak tersedia dengan subtitle atau sulih suara bahasa Indonesia.

(Turki, 1973): Disutradarai oleh Osman F. Seden dan dibintangi oleh Fatma Girik. Versi ini juga cukup dikenal di Indonesia karena sering diputar pada acara keagamaan atau hari besar Islam. Cara Menonton & Download (Sub Indo)

Karena statusnya sebagai film klasik (jadul), film ini jarang tersedia di platform streaming besar seperti Netflix atau Disney+. Berikut adalah opsi untuk menontonnya:

YouTube: Banyak kanal komunitas Islam di Indonesia yang mengunggah film ini secara lengkap dengan judul seperti "Film Kisah Rabiah Al Adawiyah Subtitle Indonesia". Anda bisa menggunakan fitur pencarian YouTube untuk menemukan unggahan terbaru.

Situs Archive.org: Sebagai film yang sudah masuk dalam kategori klasik, terkadang salinan digitalnya disimpan di Internet Archive untuk tujuan sejarah dan pendidikan.

Toko DVD Online: Anda masih dapat menemukan rilisan DVD fisik atau digital di platform e-commerce seperti Amelis atau marketplace lokal dengan kata kunci "DVD Film Rabiah Al Adawiyah". Sinopsis Singkat

Film ini mengikuti transformasi Rabia dari seorang budak dan penari yang terjebak dalam kemewahan duniawi menuju jalan asketisme (zuhud). Puncak ceritanya adalah ketika ia memerdekakan diri dari ikatan manusia untuk sepenuhnya mencintai Tuhan, melahirkan ajaran Mahabbah (Cinta Ilahi) yang sangat berpengaruh dalam dunia Sufisme.

Apakah Anda mencari adegan spesifik dari film tersebut atau ingin tahu lebih banyak tentang fakta sejarah kehidupan Rabiah al-Adawiyah? Film Rabiah Al-Adawiyah (1971) adalah film sejarah religi


The Digital Quest for Spirituality: A Reflection on Downloading Rabiah al Adawiyah with Indonesian Subtitles

In the modern digital era, the way audiences consume religious and historical content has shifted dramatically. No longer confined to physical media or scheduled television broadcasts, viewers now seek specific narratives that resonate with their spiritual quests through online platforms. A prominent example of this phenomenon is the search for the film Rabiah al Adawiyah—a cinematic portrayal of the life of the famed 8th-century Sufi saint—often accompanied by the specific query for "subtitle Indonesia." This trend highlights not only the enduring legacy of Rabiah’s philosophy but also the evolving landscape of cultural accessibility in the Muslim world.

The film itself is a significant cultural artifact. Rabiah al Adawiyah, born a slave who later gained her freedom, is one of the most influential figures in Islamic mysticism. Her life story, often depicted in films and television series, is a narrative arc that moves from the depths of suffering and servitude to the heights of divine love (Mahabbah). For Indonesian audiences, a country with the largest Muslim population in the world, the desire to download this film is driven by a hunger for religious inspiration. Unlike dry theological texts, the visual medium of film allows viewers to emotionally connect with Rabiah’s struggles and her ultimate rejection of worldly attachments in favor of a pure, selfless love for God. The visual representation of her poetry and her miracles brings a distant historical figure into relatable focus.

The necessity of "subtitle Indonesia" in this context speaks volumes about the linguistic and cultural barriers that technology attempts to bridge. Most cinematic adaptations of Rabiah’s life are produced in the Middle East, primarily in Arabic or Farsi, with production values and cultural nuances distinct from Southeast Asian cinema. For the average Indonesian viewer, fluency in Arabic is often limited to liturgical recitations rather than conversational or poetic comprehension. Therefore, the subtitle file becomes an essential key; it unlocks the profound philosophical dialogues and poetic soliloquies that define Rabiah’s character. Without accurate translation, the core message of divine love and asceticism would be lost to a significant portion of the global audience.

Furthermore, the act of "downloading" the film—rather than streaming it in a theater—reveals practical and behavioral aspects of media consumption in developing nations. In many parts of Indonesia, internet bandwidth can be inconsistent, making streaming high-definition films difficult. Downloading offers a solution, allowing viewers to own a digital copy that can be watched offline, shared via USB drives, or viewed in communal settings like pengajian (religious study gatherings). This method of distribution transforms the film from a piece of entertainment into a tool for communal education and spiritual reflection. It allows the story of Rabiah to reach rural areas and traditional boarding schools (pesantren), where internet connectivity might be a luxury.

However, this trend is not without its complexities. The search for downloadable content often leads users to unauthorized or pirated websites, raising ethical questions about intellectual property rights. While the intention behind the download is often pious—to learn about a saint and deepen one’s faith—the method undermines the film industry that produced the work. It creates a paradox where the desire for spiritual enrichment inadvertently relies on a system that may deprive creators of their due credit. This challenges religious audiences to reflect on the ethics of their consumption methods, balancing the benefit of the content with the morality of how it is acquired.

In conclusion, the search phrase "download film Rabiah al Adawiyah subtitle Indonesia" represents a convergence of faith, technology, and language. It signifies a proactive effort by Indonesian audiences to engage with their religious heritage through modern means. It underscores the importance of translation in the global dissemination of Islamic history and highlights how digital accessibility allows the timeless message of divine love to transcend geographical and temporal boundaries. As technology continues to advance, the hope is that these valuable cultural narratives will become even more accessible through legal and high-quality platforms, ensuring that the legacy of Rabiah al Adawiyah continues to inspire generations to come.

The primary film based on the life of the female Sufi saint Rabiah al-Adawiyah is the 1963 Egyptian classic titled Rabea el Adawaya (also known as Rabia el-adawiya The Sufi Queen ), directed by Niazi Mostafa

. Finding a downloadable version with Indonesian subtitles can be difficult due to its age and copyright restrictions, but here is a report on the film and its availability. 1. Film Overview: Rabea el Adawaya Arabic Biography / Drama. The film follows the life of Rabia Basri

, born into poverty and sold into slavery in Basra, Iraq. It depicts her spiritual transformation and her revolutionary teaching of "Divine Love" (Mahabbah)

—loving God for His own sake rather than out of fear of hell or hope for paradise.

Rabia is remembered as a pioneer of Sufi mysticism and the "mother of great Sufis". 2. Digital Availability and Subtitles

While a dedicated Indonesian "download" link from official platforms is rare, the film is often shared within Islamic educational communities: Streaming Platforms: The film is occasionally listed on platforms like , though availability varies by region. YouTube and Archive sites: Community-uploaded versions sometimes appear on the Internet Archive

or YouTube. You may need to use the "Auto-translate" feature in YouTube settings to generate Indonesian subtitles if a hardcoded "Sub Indo" version is not found. Indonesian Educational Content: Many Indonesian channels, such as Masjid Jendral Sudirman

, provide lectures ("Ngaji Filsafat") that discuss her life and philosophy in detail, which can serve as a substitute for the film's narrative. 3. Alternative 1973 Version There is also a Turkish-produced film from 1973 titled

, directed by Osman F. Seden. It covers the same biographical ground but is less widely available in Arabic-speaking or Indonesian-subtitle archives than the 1963 version. 4. Search Tips for "Sub Indo" Versions

To find the Indonesian subtitled version more effectively, you can use these specific keywords on video-sharing platforms: Film Rabiah al Adawiyah Subtitle Indonesia full movie Kisah Rabiatul Adawiyah full movie sub indo Nonton Rabea el Adawaya 1963 sub indo

Be cautious of "download" links on unofficial websites, as they often contain malware or misleading advertisements. It is safer to watch through reputable video hosting platforms. summary of her teachings from the film to include in a project? Rabea el adawaya (1963) - IMDb

Film legendaris mengenai sosok sufi wanita pertama, Rabiah Al-Adawiyah, merupakan salah satu mahakarya sinema religi yang sering dicari oleh pemirsa di Indonesia. Film ini tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga perjalanan spiritual yang mendalam mengenai konsep Mahabbah atau cinta murni kepada Allah SWT. Sinopsis Film Rabiah Al Adawiyah

Film ini (sering merujuk pada versi Mesir tahun 1963 yang dibintangi oleh Nabila Ebeid) mengisahkan perjalanan hidup Rabi'ah binti Ismail Al-Adawiyah. Lahir dari keluarga miskin di Basrah, ia sempat menjalani kehidupan yang penuh penderitaan sebagai budak sebelum akhirnya menemukan hidayah.

Kisah ini menonjolkan bagaimana Rabiah bertransformasi dari seorang wanita yang teraniaya menjadi seorang zahidah (sosok zuhud) yang mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk beribadah. Salah satu momen ikonik yang sering ditampilkan adalah keteguhannya dalam menolak lamaran pernikahan demi menjaga kefokusan cintanya hanya kepada Sang Pencipta. Mengapa Film Ini Begitu Dicari? The Digital Quest for Spirituality: A Reflection on

Judul: “Jejak Subtitel” – Sebuah Cerita tentang Mencari Film “Rabiah al‑Adawiyah” dengan Subtitle Bahasa Indonesia


2. Kanvas (YouTube) Resmi

Beberapa konten kreator atau yayasan Islam pernah mengupload film dokumenter tentang Rabiah dengan subtitle buatan pengguna (user-generated subtitle). Cari channel terpercaya seperti:

  • Religious Documentaries Official
  • Spiritual Cinema
  • MD Entertainment (untuk sinetron lawas)

Tips: Gunakan kata kunci "Rabiah Al Adawiyah full movie English subtitle" lalu pilih opsi Auto-translate to Indonesian di YouTube.

1. Platform Streaming Berbayar

  • Netflix, Vidio, atau Iflix (Asia) – Kadang kala movie klasik seperti Rabia Al Adawiya (1963) muncul dengan subtitle Indonesia. Gunakan fitur download offline.
  • Amazon Prime atau Apple TV – Untuk versi remaster film Mesir atau Iran. Cek region Indonesia.

Bab 2 – Penelusuran Digital

Keesokan harinya, Maya membuka laptopnya. Ia menyiapkan daftar hal yang biasanya ia lakukan ketika mencari konten film:

  1. Cek platform streaming legal – Netflix, Disney+, Amazon Prime, iFlix, dan layanan lokal seperti Vidio atau WeTV.
  2. Lihat perpustakaan digital universitas – banyak universitas memiliki koleksi film edukatif yang dapat dipinjam secara daring.
  3. Tanya forum komunitas – grup Facebook atau Discord yang membahas film Islam atau budaya Timur Tengah.

Maya memulai dengan mengunjungi Netflix. Di kolom pencarian, ia mengetik “Rabiah al‑Adawiyah”. Hasilnya kosong. Ia lalu beralih ke Amazon Prime Video, kemudian iFlix, dan Vidio. Tidak ada satu pun yang menampilkan film tersebut.

Berpindah ke Perpustakaan Digital Universitas, Maya masuk ke portal e‑resource. Ia menemukan sebuah koleksi film dokumenter tentang tokoh-tokoh Islam, namun sekali lagi tidak ada “Rabiah al‑Adawiyah”. Ia mengirim email singkat kepada pustakawan, menanyakan apakah film itu tersedia di koleksi mereka atau dapat dipesan melalui layanan interlibrary loan.

Sementara menunggu balasan, Maya bergabung dengan grup Facebook “Sufi Lovers Indonesia”. Di sana, seorang anggota bernama Rizki menuliskan: “Ada yang tahu di mana bisa dapat versi dengan subtitle Bahasa Indonesia? Saya hanya menemukan versi bahasa Inggris di YouTube, tapi kualitasnya buruk.” Maya menanggapi dengan sopan, menanyakan apakah ada link resmi atau rekomendasi layanan yang menyediakan subtitle.

Beberapa jam kemudian, Rizki membalas: “Saya sempat lihat di Mubi—mereka kadang menambahkan subtitle regional. Coba cek di sana, tapi pastikan akunmu aktif.” Maya membuka Mubi, masuk dengan akun gratisnya, dan menemukan bahwa film “Rabiah al‑Adawiyah” memang ada, namun hanya tersedia dengan subtitle bahasa Inggris.

Maya kembali ke grup dan menulis: “Kalau ada yang punya file subtitle Bahasa Indonesia (srt), tolong bagikan atau arahkan ke tempat yang legal. Saya tidak mau melanggar hak cipta.” Seorang anggota bernama Dian merespon: “Aku pernah mengunduh subtitle dari situs OpenSubtitles.org. Itu legal karena mereka hanya menyebarkan file teks yang dibuat sukarela. Pastikan file yang kamu pilih cocok dengan versi filmnya.”


Bab 4 – Menyambut Pemutaran

Maya mendaftar sebagai penonton festival. Ia membayar tiket masuk daring (dengan harga terjangkau, karena festival ini bersifat nirlaba) dan menerima email konfirmasi beserta link streaming yang aman. Pada hari pemutaran, Maya menyiapkan laptopnya, menyalakan lampu redup, dan menyiapkan secangkir teh manis.

Film dimulai. Visualnya menampilkan padang pasir Mesir, rumah sederhana tempat Rabiah tumbuh, dan adegan-adegan dramatik yang menggambarkan pengabdiannya pada Tuhan. Subtitel Bahasa Indonesia muncul dengan jelas, menerjemahkan setiap kalimat dengan kehalusan bahasa, sehingga Maya dapat merasakan kedalaman makna puisi-puisi sufi yang diucapkan Rabiah.

Selama adegan di mana Rabiah berkata, “Aku mencintai Tuhan bukan karena Dia memberi apa-apa kepadaku, melainkan karena Dia adalah segalanya,” Maya merasakan getaran hati yang sama seperti yang dirasakan dosen di kelas. Ia meneteskan air mata, menyadari betapa universalnya pesan cinta ilahi itu.

Setelah film berakhir, Maya menulis ulasan singkat di blog pribadinya, menyebutkan kualitas subtitle, keakuratan terjemahan, serta rekomendasi untuk menontonnya lewat festival atau platform resmi yang menawarkan film tersebut. Ia menutup ulasannya dengan kutipan: “Cinta sejati tidak menuntut balasan; ia hanya menunggu untuk memberi.”


Alternatif: Nonton Film Islami Lain dengan Subtitle Indonesia

Jika Anda tertarik dengan nuansa sufi dan cinta ilahi, berikut rekomendasi film yang lebih mudah diakses secara legal dengan subtitle Indonesia:

  1. Khalil Gibran's The Prophet (2014) – Animasi filosofis, ada adegan tentang cinta sejati.
  2. Mawlana (2015) – Film Mesir modern tentang konflik spiritual.
  3. The Message (1976) – Subtitle Indonesia tersedia di platform legal.
  4. The King of Love: The Story of Rumi – Dokumenter tentang cinta dan spiritualitas.

Bab 3 – Menemukan Jalan Legal

Maya mengunjungi OpenSubtitles.org. Di sana, ia mencari “Rabiah al‑Adawiyah” dan menemukan beberapa file subtitle, termasuk satu berbahasa Indonesia. Ia membaca deskripsi: “Subtitle buatan sukarelawan, dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution‑NonCommercial‑ShareAlike.” Maya mencatat detailnya, memastikan bahwa penggunaan file tersebut tidak melanggar hak cipta, asalkan film yang diputar juga didapat secara legal.

Namun, Maya masih belum memiliki file filmnya. Ia memutuskan untuk tidak terjebak dalam dunia pembajakan. Ia kembali ke email pustakawan, yang pada hari berikutnya mengirim balasan: “Kami belum memiliki film tersebut, tetapi kami dapat mengajukan permintaan ke jaringan perpustakaan internasional. Prosesnya memakan waktu sekitar dua minggu. Sementara itu, kami sarankan menunggu atau mencari penayangan resmi di festival film daring.”

Maya merasa sedikit kecewa, tetapi ia tetap optimis. Ia memutuskan untuk menunggu proses itu, sekaligus menyiapkan diri dengan membaca literatur tentang Rabiah, menonton ceramah-ceramah online, dan menulis esai singkat tentang peran perempuan dalam tasawuf.

Sementara menunggu, festival film “Islamic Heritage Film Festival” yang digelar secara daring pada bulan depan mengumumkan jadwal pemutaran film dokumenter tentang tokoh-tokoh sufi. Maya mengecek daftar film, dan ternyata “Rabiah al‑Adawiyah” memang termasuk dalam program, dengan subtitle Bahasa Indonesia yang disediakan oleh panitia festival.


Mengapa Banyak yang Mencari "Rabiah Al Adawiyah Subtitle Indonesia"?

Alasan utama adalah bahasa. Film-film klasik tentang Rabiah kebanyakan berbahasa Arab, Persia (Farsi), atau Urdu. Sementara penggemar kisah sufi di Indonesia sangat ingin memahami dialog-dialog penuh hikmah, seperti percakapan terkenal Rabiah dengan Hasan Al-Bashri atau ketika dia berjalan dengan lentera dan air.

Dengan subtitle Indonesia, penonton bisa meresapi pesan moral:

  • "Ya Allah, jika aku menyembah-Mu karena takut neraka, bakarlah aku di neraka. Jika karena mengharap surga, haramkan surga bagiku. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena cinta kepada-Mu, janganlah Engkau sembunyikan keindahan wajah-Mu dariku."

3. DVD atau Blu-ray

Beberapa toko DVD Islam di Pasar Tanah Abang atau online (Tokopedia/Shopee) pernah menjual VCD/DVD sinetron Rabbiah Adawiyah MD Entertainment yang sudah berbahasa Indonesia (tidak butuh subtitle).